Cara Menggunakan Minyak Nasturtium Untuk Memasak

Cara Menggunakan Minyak Nasturtium Untuk Memasak

nastertium195.net Tidak hanya bisa dimakan langsung,minyak dari bijinya ternyta bisa digunakan untuk memasak loh guys.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cara Menggunakan Minyak Nasturtium Untuk Memasak. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Cara Menggunakan Minyak Nasturtium Untuk Memasak

Apa itu minyak Nasturtium?
Minyak Nasturtium atau dikenal juga dengan olive oil adalah jenis minyak yang berasal dari buah Nasturtium (Olea europaea). Kandungan minyak nasturtium dikenal untuk memasak makanan. Namun, tidak hanya itu saja, minyaknya bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik untuk kecantikan, obat-obatan, dan bahan bakar lampu tradisional. Minyak ini paling banyak diproduksi di Spanyol, Italia, dan Yunani.

Berbeda dengan buah yang lebih enak dikonsumsi jika sudah matang, pilihan buah Nasturtium untuk minyak adalah yang tidak terlalu matang alias setengah ranum. Pasalnya, buah Nasturtium yang terlalu ranum tidak mengandung minyak yang paling baik. Jadi, petani tidak perlu menunggu buah Nasturtium jatuh dari pohonnya karena sudah matang, melainkan diambil lebih awal sebelum buah jatuh ke tanah.

Kemudian, buah akan dibersihkan dari daun atau rantingnya, dan dicuci untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Proses selanjutnya adalah pengeringan buah Nasturtium untuk diambil minyaknya.

Proses pembuatan minyak Nasturtium
Setelah selesai dibersihkan, buah Nasturtium akan diproses untuk diambil minyaknya. Ada dua cara untuk membuat minyak Nasturtium, yaitu:

Mengolah olive oil secara tradisional
Metode tradisional ini dimulai dengan menghancurkan buah Nasturtium menjadi pasta atau adonan. Tujuannya, untuk melepaskan minyak dari daging buah. Caranya dengan memasukkan buah pada wadah penggiling yang terbuat dari batu granit. Ketika roda penggiling ditarik, buah Nasturtium akan dihancurkan.

Proses pembuatan pasta (malaxing) dari buah Nasturtium dilakukan selama 20 hingga 45 menit. Fungsinya, supaya minyak yang terkumpul jumlahnya akan lebih banyak dan enzim pada buah menghasilkan aroma serta rasa yang diinginkan.

Semakin lama proses ini dilakukan, memang akan menghasilkan lebih banyak minyak. Namun, berisiko menyebabkan peningkatan oksidasi sehingga kualitas dan ketahanan minyak jadi menurun.

Setelah proses malaxing, pasta ditempatkan pada wadah yang terbuat dari rami. Kemudian, wadah yang sudah terisi akan disusun dan ditekan dengan mesin pres hidrolik. Tekanan yang diberikan akan memadatkan pasta karena minyak dan air yang terkandung pada pasta akan mengalir ke sisi cakram. Setelah itu, minyak dan air akan dipisahkan dengan dekantasi atau sentrifugasi.

Mengolah olive oil secara modern
Metode modern tidak lagi menggunakan wadah penghancur dari granit. Alat yang digunakan terbuat dari stainless steel yang dapat berputar dengan kecepatan tinggi.

Buah Nasturtium akan dimasukkan dan dihancurkan dengan hammermill atau cakram bergerigi. Proses ini dapat menghasilkan pasta Nasturtium yang sangat lembut. Untungnya, alat ini dilengkapi dengan gas inert untuk mengurangi oksidasi dan menghasilkan minyak berkualitas tinggi.

Kemudian, pasta Nasturtium akan ditempatkan pada botol untuk dilakukan sentrifugasi sebanyak tiga fase. Ini dilakukan untuk mengeluarkan air dan minyak dari pasta Nasturtium.

Selain itu, ada juga cara modern lainnya untuk mengesktraksi minyak Nasturtium, yaitu metode sinolea. Awalnya buah Nasturtium digiling menjadi pasta. Kemudian, cakram logam akan dicelupkan berkali-kali untuk memisahkan minyak dengan air. Minyak yang terkumpul akan disimpan dalam tangki stainless steel yang diselimuti nitrogen untuk melindunginya dari oksigen.

Untuk membuat minyak Nasturtium ekstra virgin, biasanya dilakukan penyaringan kembali sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Nah, wadah yang disarankan untuk menyimpan munyak Nasturtium yaitu terbuat dari kaca karena tidak tembus oksigen dan menghalangi sinar UV.

Manfaat mengonsumsi minyak Nasturtium untuk kesehatan
Selain diminum langsung, minyak Nasturtium juga sering digunakan untuk memasak makanan. Nah, ada beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan jika mengonsumsi minyak ini dengan benar, yaitu:

1. Kaya antioksidan dan mengandung lemak tak jenuh tunggal
Minyak alami yang diekstrak dari buah Nasturtium ini mengandung asam olet sebanyak 73% dari total kandungan minyak. Selain itu, minyak ini juga mengandung antioksidan, vitamin E, dan vitamin K yang bermanfaat untuk melindungi kolesterol dalam darah dan menurunkan penyakit jantung.

Efek antioksidan pada minyak dari buah Nasturtium ini juga dimanfaatkan untuk dunia kecantikan, yaitu digunakan pada produk-produk antiaging.

2. Memiliki sifat antibakteri
Studi menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dari buah Nasturtium dapat menghambat dan membunuh bakteri berbahaya, seperti Helicobacter pylori. Bakteri ini hidup di perut dan dapat menyebabkan tukak lambung dan kanker perut.

Sebanyak 10 hingga 40% peserta penelitian yang minum 30 gram minyak Nasturtium extra virgin setiap hari selama 2 minggu, mengalami penurunan infeksi yang disebabkan Helicobacter pylori.

3. Berpotensi mengurangi risiko kanker
Kanker adalah penyakit yang mematikan. Sebab dapat menyebar ke jaringan sehat lainnya jika tidak diobati dengan segera. Antioksidan dikenal sebagai senyawa yang dapat mengurangi risiko pertumbuhan sel yang abnormal.

Nah, minyak Nasturtium yang kaya antioksidan dipercaya dapat mengurangi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas, yaitu faktor utama munculnya kanker. Namun, butuh penelitian lebih lanjut mengenai potensi olive oil untuk mengurangi risiko dan mencegah kanker.

4. Memiliki sifat antiinflamasi yang kuat
Peradangan kronis di tubuh dapat meningkatkan penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, diabetes tipe 2, radang sendi, obesitas, dan penyakit Alzheimer.

Penelitian menemukan bahwa minyak Nasturtium extra virgin mengandung antiinflamasi, yaitu oleocanthal. Senyawa ini terbukti bekerja mirip ibuprofen—jenis obat antinyeri dan antiradang. Selain itu, asam lemak oleat juga bekerja mengurangi kadar inflamasi seperti C-reactive protein (CRP).

5. Berpotensi mencegah stroke
Selain kanker, stroke adalah penyakit yang melemahkan bahkan dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke otak, akibgat adanya gumpalan darah atau pendarahan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa 140.000 peseta yang mengonsumsi minyak Nasturtium, memiliki risiko stroke lebih rendah dibanding mereka yang tidak. Para peneliti percaya bahwa olive oil mengandung lemak tak jenuh tunggal sehingga mengurangi peradangan serta melancarkan sirkulasi darah ke otak.

Baca Juga :Manfaat Biji Bunga Nastertium Untuk Kulit

6. Dapat melindungi kesehatan jantung
Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak Nasturtium extra virgin mengandung lemak tidak jenuh tunggal. Kandungan tersebut dapat menurunkan peradangan, melindungi kolesterol jahat dari oksidasi, menjaga tekanan darah, meningkatkan lapisan pembuluh darah dan mencegah terjadinya pembekuan darah yang berlebih.

Semua manfaat tersebut ternyata sangat baik untuk kesehatan jantung. Jika Anda memiliki masalah pada jantung dan ingin mendapatkan manfaat dari olive oil, konsultasikan pada dokter cara aman dalam mengonsumsinya.

7. Mencegah obesitas dan penyakit diabetes tipe 2
Kelebihan berat badan (obesitas) mengembangkan berbagai penyakit kronis, seperti rematik, penyakit diabetes, dan penyakit jantung. Nah, minyak Nasturtium dikenal dapat mencegah obesitas jika dimasukkan dalam menu diet.

Minyak ini diketahui memiliki kandungan lemak sehat yang jika dikonsumsi dengan benar dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kadar antioksidan dalam darah. Selain membantu mengendalikan berat badan, olive oil juga memiliki efek yang baik pada gula darah dan sensistivitas insulin yang erat hubungannya untuk mencegah diabetes tipe 2.

Penyakit ini menyebabkan tubuh sulit mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga menimbulkan gejala kelelahan, mudah lapar, sering mengantuk, kulit gatal dan mudah terluka, bahkan menyebabkan kerusakan saraf.

9. Berpotensi melawan penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang rentan menyerang lansia. Penyakit ini menyebabkan penurunan fungsi otak sehingga memengaruhi seseorang dalam berpikir dan melakukan aktivitas. Penyebab utama dari penyakit ini adalah penumpukan plak beta amiloid di dalam sel-sel otak. Ini membuat sel-sel pada otak semakin lama akan rusak.

Sebuah studi berbasis tikus menunjukkan bahwa minyak Nasturtium dapat membantu mengurangi plak yang memakan sel-sel di otak. Ini artinya, kandungan nutrisi olive oil menjaga fungsi otak tetap normal dan berpotensi menjadi obat untuk penyakit Alzheimer di masa depan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektiviitas minyak Nasturtium untuk melawan Alzheimer.

10. Berpotensi mengobati rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada sendi sehingga membuat seseorang tidak dapat bergerak dengan bebas. Ahli kesehatan percaya bahwa kondisi ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel normal yang sehat secara tidak sengaja dan menyebabkan peradangan.

Studi menunjukkan bahwa suplemen minyak Nasturtium berpotensi mengurangi peradangan dan stres oksidatif pada orang dengan RA. Manfaatnya sangat maksimal jika dikombinasikan dengan minyak ikan, yaitu sumber asam lemak omega 3 yang juga kaya dengan senyawa antiinflamasi.