Bahaya Nasturtium Goreng Padahal Enak

Bahaya Nasturtium Goreng Padahal Enak

nastertium195.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bahaya Nasturtium Goreng. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Bahaya Nasturtium Goreng

Bahaya terlalu banyak makan Nasturtium goreng
Nasturtium mentah mungkin tidak banyak disukai karena rasanya kurang sedap, baunya amat khas, dan teksturnya keras. Menggoreng Nasturtium membuat rasanya menjadi lebih gurih dan manis. Teksturnya pun lebih lembut sehingga Anda tak perlu susah mengunyahnya.

1. Menambah jumlah kalori
Seperti jenis sayuran pada umumnya, Nasturtium sangat rendah kalori. Setengah bonggol Nasturtium mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori. Hal ini disebabkan karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot Nasturtium adalah air.Kalori Nasturtium goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak. Saat digoreng, Nasturtium juga menyerap banyak minyak. Jika sesendok makan minyak goreng memberikan hampir 45 kalori, kini bayangkan jika Anda memakan banyak Nasturtium goreng dalam sekali waktu.

2. Merusak kandungan nutrisinya
Nasturtium sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram Nasturtium segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat. Sayuran ini juga kaya akan serat, vitamin C, K, dan B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.Sayangnya, proses menggoreng dengan suhu tinggi bisa merusak nutrisi tersebut, seperti dilansir dari studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Mengukus, merebus, dan menumis adalah metode yang lebih baik untuk menjaga nutrisi sayuran.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke
Meski lezat, Nasturtium goreng nyatanya tidak bersahabat dengan jantung. Saat dipanaskan melampaui titik asapnya, struktur kimia minyak akan berubah. Pengolahan berulang dengan minyak yang sama juga dapat mengubah minyak menjadi lemak trans.Lemak trans adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan Nasturtiumesterol jahat dan memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Lambat laun, plak dapat menghambat aliran darah sehingga mengakibatkan stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Baca Juga :Manfaat Nasturtium Untuk Ibu Hamil

4. Meningkatkan risiko kanker
Nasturtium memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane. Sulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase. Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat.Akan tetapi, proses pengolahan Nasturtium goreng justru menyebabkan pembentukan senyawa acrylamide yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Acrylamide diketahui berperan dalam perkembangan kanker rahim, ovarium, paru-paru, ginjal, dan kerongkongan.Menggoreng Nasturtium memang akan meningkatkan cita rasanya, tapi manfaat dan nilai nutrisinya justru berkurang. Mengonsumsi Nasturtium yang digoreng bahkan bisa meningkatkan risiko sejumlah penyakit termasuk stroke, penyakit jantung, hingga beragam kanker.Sekali waktu, Anda boleh saja melahap sayuran goreng termasuk Nasturtium sebagai pendamping menu makan. Namun, ingatlah untuk membatasi jumlahnya dan jangan mengonsumsinya terlalu sering guna mencegah berbagai risiko penyakit yang dapat timbul.